Jualan Kopi di Rumah Omset Sampai Puluhan Juta
Rifki lajang berusia 28 tahun asal Desa Makam Kecamatan Rembang Purbalingga pantas dapat acungan jempol sebab karena kegigihannya saat ini sudah sukses jadi penjual kopi terkenal di Purbalingga serta sekelilingnya. Karena usaha kerasnya kopi lokal terutamanya robusta lokal tidak dilihat sepele lagi, karena upayanya juga beberapa petani kopi terangkat citranya dimata beberapa penggemar kopi.
| Timnas U22 Diharapkan Konsisten Hingga Senior |
Seperti kita kenali, tren minum kopi saat ini bukan sekedar minum tetapi telah jadi pola hidup. Satu cangkir kopi di warung kopo tidak dihargai 5 ribu lagi, tetapi telah bertambah 2 kali lipat yaitu dapat capai 10 ribu sampai 15 ribu percangkirnya. Itu bila ngopi dikedai biasa, coba jika di warung seperti starbuck atau ngopi di stasiun dapat capai 25 ribu.
Kunci menaikan harga kopi menurut Rifki ada diolah pemetikan serta proses pemrosesan kopi. Pemetikan kopi yang baik harus petik merah, jangan seperti balon, merah, kuning serta hijau diambil bertepatan. Petik merah jadi kopi memiliki cita rasa ciri khas, sebab semasing wilayah memiliki kekhasan tertentu.
Selanjutnya pemrosesan kopi, yaitu dengan diawali mensortir kopi yang bermutu yaitu harus merah semua, sebab terkadang ada kopi hijau atau kuning terikut dalam petik merah, meskipun banyaknya tidak berapa tetapi harus dipisah. Setelah itu ada banyak proses pemrosesan seperti alamiah, slow alamiah, wine serta ada banyak beberapa proses lainnya.
Untuk lakukan petik merah Rifki harus memberi edukasi pada beberapa petani kopi disekitar Desa Makam, seperti Desa Rajawana, Desa Panusupan, serta Desa Sumampir. Tahun pertama yaitu tahun 2018 jadi tahun edukasi pada beberapa petani untuk petik merah, kata Rifki. Rifki harus keluar-masuk kebun kopi untuk memberi edukasi serta menyakinkan beberapa petani untuk lakukan petik merah.
Tahun 2019 sampai saat ini kualitas kopi telah baik, serta Rifki tidak keluar masuk kebun kopi untuk beli kopi. Saat ini beberapa petani mengirim kopinya langsung ke rumah. Rifki beli pada harga tinggi, 2 kali lipat dari harga pasaran kopi dengan kualitas seadanya.
Pemasaran juga makin bertambah dari tahun pertama cuma rata-rata di bawah satu ton, untuk tahun ke dua bisa capai 2 ton, serta sasaran untuk tahun ke-3 ialah 4 ton dalam satu tahun. Saat ini kopi telah pada kondisi kering di gudang telah capai 8 ton. Untuk keuntungan jika dihitung perbulannya telah melewati 10 juta.
Pada tahun ke tiga Rifki menyulap sisa bengkel motor jadi warung kopi. Warung kopi cuma untuk mempercantik casing pemasaran kopi kata Rifki. Adanya warung kopi keyakinan konsumen setia makin bertambah hingga tingkatkan merek.PBG di dunia perkopian. Pemasaran kopi masih hanya Kabupaten Purbalingga serta sekelilingnya.
Bulan ini (Agustus) kopi Rifki telah memasuki di pasar kekinian lewat program tuka-tuku yang sedang ditingkatkan oleh pemerintah kabupaten Purbalingga dengan brand Koppas. Kecuali pasar kekinian Rifki merabah di pasra online seperti di bukalapak serta tokopedia. Kecuali jualan kopi Rifki buka layanan kupas kopi serta roasting dan giling kopi.
Saat ini Rifki sehari-harinya bisa memakai 5 karyawan, 2 untuk penjaga warung serta 3 untuk proses pengolaha. Oh iya bila anda ingin roasting di.PBG anda akan dikasih segelas kopi gratis, itung-itung kopi untuk rekan menanti roasting he...he... Janganlah lupa ya, warung membuka start pukul 4 sore sampai jam 10 malam, dari sana ada juga kopi ekpresonya loh....
