Kerja Keras untuk Keluarga, Ingat Juga Teman Ngemilnya
Tidak berasa, hampir enam bulan sebagian besar warga Indonesia kerja serta belajar dari rumah sebab Coronavirus menempa. Work from home/WFH memang (relatif) mengirit biaya transportasi. Tetapi, di sisi lain, batas di antara waktu kerja serta keluarga jadi kabur semenjak ada WFH.
| Timnas U22 Diharapkan Konsisten Hingga Senior |
Waktu repot kerja, kita condong lupa makan besar, khususnya sarapan. Tetapi, lain ceritanya untuk makanan selingan alias camilan. Untuk mengganjal perut, cukup banyak orang pilih untuk ngemil waktu kerja. Lumrah saja waktu toples camilan seringkali tampil di meja kerja.
Nah, tipe camilan apa sich yang lezat, sehat, serta tentunya irit? Jika gorengan selalu, wah dapat batuk. Baiknya, camilan itu berbentuk buah fresh. Kecuali buah, kemungkinan tidak ya ngemil yang renyah seperti kue serta roti? Akan lebih maknyuus waktu kedua-duanya baru keluar dari oven.
Nikmati muffin lezat ini pada pagi hari (Dokpri) Buat fans kue kering serta roti, kesegaran kedua-duanya dicari waktu beli. Harumnya kue serta roti yang baru usai dipanggang jelas meningkatkan cita rasa. Mood yang sedang tidak karuan sebab tumpukan pekerjaan juga dapat ditenangkan kue serta roti hangat yang fresh from the oven.
Ide camilan "freshly baked" atau dipanggang sesuai dengan pesanan berikut yang melatarbelakangi UMKM "Teman Ngemil by mamita." Ita Rospita Darwis, S.Sos sebagai pendiri Teman Ngemil menjelaskan mengenai lika-liku usaha kue kering serta roti kepunyaannya sejauh ini. Selamat membaca.
Bermula dari inspirasi sarapan ringkas yang mengenyangkan
Mama Sita (42), demikian dianya biasa dipanggil, merasai repotnya mempersiapkan sarapan. Ibu dari seorang remaja putri namanya Laksita ini tiap pagi harus mempersiapkan sarapan sebelum dianya kerja. Repot mengatur keluarga, Mama Sita seringkali cuma pernah minum kopi pada pagi hari.
Sebaga penggemar kopi, dianya biasa melahap roti waktu sarapan. Tetapi, jika hanya roti tawar panggang dengan selai, semakin lama jemu . Mama Sita juga tersadarkan, mengapa tidak memanggang adonan roti manis yang ringkas (quick bread) sekaligus juga mengenyangkan seperti muffin?
Mama Sita share manisnya keuntungan camilan ke sama-sama (Dokpri) Muffin bikinannya lalu dibawa ke kantor untuk sarapan. Beberapa rekanan kerja juga turut menyicipi. Rupanya banyak yang jatuh cinta dengan kelembutan struktur muffin Mama Sita. Mereka lalu pesan muffin kreasinya yang diantaranya berbentuk muffin coklat, keju, kopi, serta orange.
Siapa kira, berawal dari pesanan muffin yang memberi kepuasan lidah, setelah itu ada konsumen setia yang pesan brownies serta kue kering. Bahan kue serta roti yang non-curah membuat mutunya terbangun. Mama Sita tidak ingin konsumen kue serta rotinya sedih dengan hasil kreasinya.
Lalu, berapakah harga? Mahal tidak ya sebab berkualitas sempurna? Tenang, pengalaman Mama Sita melakukan bisnis kue sudah diawalinya saat kuliah di Antropologi FISIP-UNPAD Bandung pada tahun 1997. Untuk mahasiswa perantau yang pernah terkena kritis moneter global tahun 1997/1998, dianya seringkali menitipkan kuenya bikinannya di kantin universitas untuk meningkatkan uang belanja kuliah.
